Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

Monday, 1 August 2016

Sempurna, Aceh Gelar International Rapa'i Festival

Aceh sepertinya begitu sadar diri dengan kekayaan budaya yang dimiliki. Aceh terus berbenah agar banyak wisatawan yang berkunjung kesana. Berbagai acara menarik terus dilakukan agar nama Aceh semakin terdengar keberbagai penjuru dunia.

Aceh tidak mau membuang peluang bisa mendatangkan wisatawan ke provinsi yang pernah terkena Tsunami tersebut. Kepala Dinas Parawisata Provinsi Aceh Reza Pahlevi mengatakan pada bulan agustus ini Aceh akan menggelar International Rapa'i Festival. Acara tersebut akan dikemas dalam konsep islami yang memang menjadi kelebihan Aceh di dalam upaya menerapkan wisata halal atau yang biasa disebut dengan 'halal destination'. 

Sempurna, Aceh Gelar International Rapa'i Festival
Rapa'i biasanya dimainkan dengan penuh semangat (ugm.ac.id)

Dinas Parawisata Aceh telah berkomunikasi dengan berbagai seniman yang ada di Indonesia untuk bisa terlibat di dalam festival tersebut. Sebagai informasi, Rapa'i merupakan alat musik tradisional Aceh yang hampir menyerupai gendang. Rapa'i biasa digunakan oleh musisi  dan grup nari Aceh yang terkenal sangat bersemangat di dalam aksi panggung mereka.

Sampai dengan saat ini International Rapa'i Festival tersebut sudah tercatat beberapa nama negara besar seperti yang akan ikut bagian di dalamnya. Itu semua membuktikan bahwa budaya Aceh semakin ramai saja pelaku dan penyukanya. 

Menurut Kepala Dinas Parawisata Provinsi Aceh geliat parawisata di Aceh sangat tinggi. Hampir 10 ribu wisatawan mancanegara setiap tahunnya menginjakkan kaki di tanoh Serambi Mekkah. Semoga angka-angka besar itu terus bisa bertahan untuk kemajuan Aceh dan memperkenalkan beragam budaya yang selalu mengundang rasa bangga. Baca Juga : Keindahan Alam Kampung si Gadis Mata Biru Keturunan Portugis di Lamno Jaya
Selengkapnya

Friday, 29 July 2016

Di Bali Pria Asal Aceh Mampu Membuat Bule Geleng-Geleng Kepala

Bali dan Aceh memang letaknya tidak berdekatan. Tetapi Bali dan Aceh memiliki beberapa persamaan yang patut kita mencari taunya. Hal yang paling mencolok di dalam persamaan Aceh dan Bali adalah cara penyebutan huruf T yang sangat tebal. Bunyi bacaan Toto orang Aceh dan Bali akan sangat berbeda jauh dengan orang-orang Indonesia lainnya.

Di Bali Pria Asal Aceh Mampu Membuat Bule Geleng-Geleng Kepala
Budaya Indonesia memnbuat semua orang tersenyum bahagia (keepo.me)

Selain penyebutan huruf T, Bali dan Aceh juga memiliki persamaan yang kuat di dalam melestarikan budayanya. Saking kuatnya hubungan dua daerah tersebut, pada Tahun 2014 silam ketika acara Bali Spirit Festival ada sebuah pemandangan yang cukup unik, menggelitik dan tentunya sangat membanggakan dengan diundangnya penyanyi terkenal asal aceh bernama Rafly dan juga rekan-rekannya.

Pada acara tersebut Rafly membawakan beberapa lagu dengan ciri khasnya yang begitu bersemangat di dalam dunia tarik suara. Rafly mampu membuat semua penonton bergoyang bersamanya meski sang penonton tak mengerti akan lirik lagu Aceh yang Rafly bawa.

Rafly benar-benar berhasil dalam menguasai panggung Bali Spirit Festival. wisatawan yang mayoritas berkulit putih seperti bule mampu dia buat terhibur menikmati beragam pesona yang ada di Indonesia.

Penasaran seperti apa Rafly pria asal Aceh yang mampu membuat bule geleng-geleng kepala? berikut videonya :


Gimana, Mau ikut joget bersama bule yang sampai-sampai geleng-geleng gitu? :) Baca Juga : Jangan Lakukan Ini di Aceh Jika Tidak Mau Berurusan Dengan Polisi Syari'ah!

Selengkapnya

Monday, 25 July 2016

Cara Raja Aceh Memanjakan Sang Istri Tercintanya

Masih nuansa bulan Syawal. Banyak pemandangan yang 'mengerikan' bagi para jomblo yang belum juga menemukan pasangan terbaiknya. Setelah hari raya idul fitri di Indonesia banyak orang yang melepaskan masa lajangnya. Banyak pemuda yang menjadi raja dan para gadis yang manjadi putri sehari yang membuat para jomblo semakin nyaring meratapi nasibnya agar segera bisa memiliki papan bunga "Selamat & Bahagia".

cara raja aceh memanjakan sang istri
Di dalam acara pernikahan, puan (tempat menghidangkan sirih) sering kita jumpai (helloacehku.com)

Menikah merupakan sebuah perbuatan mulia, dengan menikah kita bisa terhindar dari perbuatan terkeji yang dapat mencoreng nama baik keluarga. Nah ternyata setelah menikah semua bebas mau ngapain saja bersama pasangan halalnya. Manja dan mesra tentu tidak dapat dilewatkan begitu saja.

Sebagai seorang suami sangat dianjurkan untuk memanjakan istrinya agar rumah tangganya bisa selamanya bahagia. Salah satu bentuk cara memanjakan istri adalah dengan cara memberikan mereka hadiah. Di dalam sebuah Hadits Rasulullah bersabda : "Salinglah memberi hadiah diantara kalian, niscaya kalian akan saling mencintai" (HR. Bukhari). Jadi, biar cintanya semakin sehat dan kuat sering-seringlah memberi hadiah satu sama lain ya!

Untuk urusan memberi hadiah kepada istri sebagai sebuah cara memanjakan istri, raja Aceh Sultan Iskandar Muda telah memberikan kita contoh yang sangat mesra. Bukan lilin atau balon sambil nyanyiin lagu ulang tahun yang sang raja lakukan. Tetapi yang raja Aceh lakukan sangat luar biasa efeknya tanpa meninggalkan kesan alay di dalamnya. Penasaran bagaimana raja Aceh memanjakan istri tercintanya? mari sama-sama kita baca bagaimana cara raja Aceh memanjakan sang istrinya.

Sebelum kita bahas cara raja Aceh memanjakan sang istrinya lebih baik kita kenalan dulu sama raja Aceh bernama Sultan Iskandar Muda. Ibarat sebuah film, jika kita pengen nonton film tentu kita harus tau dulu siapa-siapa saja tokoh yang terlibat di dalamnya. Jika gak filmnya bakal garing tidak enak sama sekali.

Sultan Iskandar Muda merupakan seorang pria kelahiran tahun 1593. Sultan Iskandar Muda merupakan sultan yang paling besar di dalam masa kesultanan Aceh. Pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda (1607-1636) nama Aceh begitu harum di mata Internasional, Aceh begitu disegani oleh bangsa luar. Perdagangan dan pendidikan Islam menjadi beberapa andalan yang ditawarkan oleh Aceh ketika itu.

Sultan Iskandar Muda bukan hanya pintar di dalam menaklukkan berbagai bangsa. Sultan Iskandar Muda juga terkenal sangat lihai di dalam membuat wanita jatuh cinta oleh jiwa kepemimpinannya. Selera sang raja tidak tanggung-tanggung, beliau berhasil menikahi seorang putri dari kesultanan Pahang Malaysia. Nama istri Sultan Iskandar Muda dikenal dengan sebutan Putroe Phang atau Putri Kamilah. 

Karena telah menikah dengan raja Aceh, Putroe Phang harus menetap di Istana kerajaan yang terdapat di Aceh. sebagai anak baru merantau, Putroe Phang sering merasakan rasa kangen terhadap kampung halamannya  yang terkenal berbukit.

Sultan Iskandar Muda tidak mau sang kekasih tercinta yang cantik jelita itu bersedih. Akhirnya Sultan Iskandar Muda membuat sebuah taman yang dikenal dengan sebutan gunongan yang menyerupai bukit agar rindu sang kekasih terhadap kampung halamannya yang jauh di mata dapat terobati. Ternyata cara yang sang raja lakukan terbukti berhasil membuat istrinya bahagia

Buat yang penasaran bisa langsung datang ke Aceh karena taman ini terbuka untuk umum (commons.wikimedia.org)

Dan di taman yang raja berikan kepada istrinya terdapat tempat mandinya juga. Sang putri sering mandi ria disana disaat sang raja sering berpergian karena menjalankan tugasnya. Mesra sekali bukan? benar-benar suami yang sempurna dengan memberikan sebuah hadiah yang begitu indah dipandang mata. Siapa sih yang gak iri jika melihatnya.  
Selengkapnya

Wednesday, 20 July 2016

Peumulia Jamee, Adat Aceh Perintah Nabi

Saya jadi teringat tentang sebuah iklan mempromosikan wisata Aceh yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi lokal Aceh. Di dalam iklan tersebut terselip sebuah pesan agar orang Aceh terus bisa menjaga adatnya di dalam Peumulia Jamee (memuliakan tamu).

Orang Aceh memang sangat terkenal di dalam keramahan mereka memuliakan tamunya. Jika bertandang ke Aceh tidak usah khawatir akan kelaparan dan tidak tersedianya tempat tidur. Semua itu bisa teratasi dengan sikap orang Aceh yang sangat baik di dalam memperlakukan tamunya.

Ternyata adat Peumulia Jamee yang sampai hari ini masih dijaga oleh orang Aceh dengan baik merupakan wujud ketaatan orang Aceh akan perintah Nabi Muhammad SAW dalam memperlakukan para tamunya.

Peumulia Jamee, adat Aceh perintah nabi
Salah satu menu masakan khas Aceh (blog.hulaa.com)

Di dalam sebuah Hadits Rasulullah bersabda : barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya ia memuliakan tamunya. 

Salah satu cara yang paling lazim dilakukan oleh orang Aceh di dalam memuliakan tamunya adalah dengan cara menghidangkan makanan-makanan yang lezat di santap, gule pliek ue misalnya yang akan menjadi menu andalan yang cuma ada di Aceh Serambi Mekkah.

Orang Aceh itu bahkan rela menyembelih ayam kesayangan mereka jika ada tamu yang datang. Meski sehari-hari mereka  cuma makan nasi aking dan garam tetapi  ketika ada tamu yang datang orang Aceh akan Meh-moh (sibuk) mempersiapkan hidangan terbaik, bahkan mereka rela berhutang untuk membuat tamunya terasa begitu dimuliakan.

Kemudian untuk urusan tidur orang Aceh juga menyediakan fasilitas kelas wahid untuk si tamunya. Orang Aceh rela tidur di ruang tamu jika rumahnya hanya memiliki satu kamar saja, tamu tetap menjadi yang utama.

Jika hari-hari biasa untuk diri sendiri hanya menggunakan sprei  tikar Oen Seukeu (daun pandan), ketika tamu datang sprei khusus yang disediakan hanya untuk tamu yang tersimpan di lemari akan di keluarkan agar si tamu merasa nyaman dan nyenyak di dalam tidurnya.

Tidak cukup sampai disitu saja. Ketika tamu hendak pulang, orang Aceh kembali akan meh moh (sibuk) memberikan oleh-oleh kepada tamunya. Ada yang memetik buah-buahan yang ada di perkarangan rumahnya, ada yang menangkap ayam peliharaannya, ada yang memberi boeh Sunti (asam khas Aceh), dan bahkan ada yang bingung mau kasih apa sampai akhirnya memberi piring kaca agar dibawa pulang oleh tamunya.

Itulah adat orang Aceh di dalam memuliakan tamunya. Sehingga tidak heran setiap kaki yang sudah terpijak di Aceh akan merasa sulit untuk meninggalkannya. Semoga bermanfaat dan mari kita terus lestarikan adat Peumulia Jamee Perintah Nabi sehingga Aceh tidak kehilangan tamunya. Baca Juga : Mewujudkan Wisata Halal di Aceh




Selengkapnya

Monday, 18 July 2016

5 Khasiat Ranup Makanan Para Raja

"Piyoh-piyoh, neucok ranup nyo pat hai, ranup neupajoh beu jeut keu ubat" (mapir! silahkan diambil sirihnya, makanlah sirih agar menjadi obat). Begitulah sepenggal lirik laru Aceh yang dinyanyikan oleh penyanyi ternama asal Serambi Mekkah bernama Rafly.

Ranup jika diartikan ke dalam bahasa indonesia memiliki arti sirih. Ternyata sirih bukan sembarangan makanan, sirih merupakan makanan para raja yang mengandung banyak khasiat di dalamnya, apa saja khasiatnya? berikut intipaceh.com kasih informasinya :

1. Menyembuhkan Penyakit Asma

Meski bukan penyakit yang mematikan, namun penyakit asma sangat merepotkan bagi penderitanya. beberapa gejala akan muncul bagi penderita asma, sulit bernafas dan sulit melakukan kegiatan yang berat menjadi contohnya.

Ternyata daun sirih menjadi obat bagi penderita asma dengan cara merebus daun sirih dan kemudian meminum air rebusannya.

2. Menyembuhkan Radang Tenggorokan

sering merasakan batuk-batuk, suara kasar, dan sulit berbicara? hati-hati radang tenggorokan lagi menyerang anda! Untuk mengobati radang tenggorokan ternyata daun sirih menjadi solusinya. Sama seperti dengan cara menyembuhkan penyakit asma. Anda rebus beberapa lembar daun sirih kemudian minum air hasil rebusannya.

3. Melancarkan Haid

Khusus buat cewek ya! yang cowok boleh tidak melanjutkan membacanya. Daun sirih selain dapat menyembuhkan penyakit asma dan radang tenggorokan juga dapat membantu kaum hawa dalam mengatasi masalah ketika haid. Caranya sama dengan cara di atas, tetapi ingat jangan diminum dalam kondisi air masih mendidih panas, tunggu hingga airnya menjadi hangat.

4. Mengobati Jerawat

Kurang pede disaat tampil di depan muka umum karena jerawat di wajah? tenang, daun sirih punya solusinya. Caranya sangat sederhana, ambil daun sirih secukupnya, seduh ke dalam air panas, aduk hingga air menjadi hangat, dan oleskan di wajah yang terdapat jerawat, lakukan sehari dua kali sampai dengan jerawat hilang. Jika terdapat efek samping segera hubungi dokter :)
 
5. Mengobati Mimisan

Tiba-tiba hidung keluar darah. Jangan terlalu panik karena dengan menyumbatnya dengan daun sirih permasalahan yang anda alami akan segera teratasi.

Demikian khasiat Ranup Makanan para Raja yang sampai hari ini masih diakui keberadaannya di dalam dunia kesehatan. Semoga Bermanfaat.
Selengkapnya

Sunday, 17 July 2016

Lagu Aceh Ini Mampu Menghipnotis Pendengarnya

Pernah pada suatu pagi beberapa bulan yang lalu saya mendapatkan pesan dari teman semasa sekolah dulu di SMA. Dia asli keturunan Jawa, di dalam pesannya dia meminta saya untuk mengirimkan judul sebuah lagu Aceh yang beberapa kali sempat dia dengar dari sebuah radio swasta di kota Bekasi Jawa Barat tempat dia tinggal. Dia mengaku suka sekali dengan lagu Aceh itu, tetapi saya bingung lagu apa yang dia maksud. Akhirnya saya memutuskan meminta dia untuk mengirimkan voice note ke handphone saya.

Penari tampil dengan kompak pada acara Sabang Fair (seputaraceh.com)

Setelah dia kirim, saya mendengarnya sambil tersenyum mengerti akan maksud lagu yang dia minta dari irama yang dia ucapkan meski dengan kata nana-nana saja. Ternyata dia meminta  saya untuk mengirimkan judul lagu Dododaidi yang memang sudah terlanjur terkenal ke berbagai penjuru dunia.

Semasa saya masih menempuh pendidikan di Jawa Barat. Hampir setiap jam sembilan malam saya bersembunyi di belakang lemari di dalam kamar asrama saya sambil memegang sebuah radio kecil dengan headset murah berkualitas suara ala kadarnya. Saya lakuin itu semua agar ustaz sebagai pembina asrama tidak memarahi dan menyita radio saya sebagai sarana untuk mendengar lagu dododaidi obat penawar rasa rindu untuk Aceh tercinta yang selalu di putar di salah satu radio swasta terkenal di kota Bekasi.

Efek lagu dododaidi memang luar biasa. Jika di dengar lagu ini benar-benar menghipnotis siapa saja. Baru-baru ini saya pernah menonton di youtube dan saya membaca komen di bawahnya, ternyata yang komen kebanyakan dari orang luar Aceh yang mengaku sangat tersentuh dengan lagu Dododaidi sampai berlinang air mata meski dia tidak tau makna lagunya. Tidak cuma itu saja bahkan ada beberapa orang yang mengaku suka memutarkan lagu itu disaat hendak membawa buah hatinya tidur.

Daripada dengar cerita saya tentang lagu Dododaidi, bisa-bisa tulisan ini tidak akan menemukan titik akhirnya. Mending kita nonton saja ya video di bawah ini  :



Sebagai pelengkap saya ikut sertakan terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia yang saya kutip dari sebuah buku koleksi kecil-kecilan yang  ditulis oleh Mas Rizki Ridyasmara :

" Allah hai dododaidi. Buah gadung buah-buahan dari hutan. Kalau sinyak ( panggilan untuk anak kecil di Aceh) besar nanti, Ibu tidak bisa memberi apa-apa, aib dan keji dikatakan orang-orang.

Allah hai dododaidang. Layang-layang di sawah putus talinya. Cepatlah besar anakku sayang dan jadilah seorang pemuda yang gagah agar bisa berangkat membela Nanggroe.

Wahai anakku, janganlah engkau duduk berdiam diri lagi, mari bangkit bersama membela bangsa. Janganlah takut jika darah mengalir, walaupun engkau mati wahai anak, ibu sudah relakan.

Ayo kesini Nak Ibu tatih, kemarilah Nak Ibu tatih, bangunlah anakku sayang, mari kita bela Aceh. Sudah tercium bau daun Timphan (makanan khas Aceh yang dibalut dengan daun pisang) seperti bau badan sinyak Aceh.

Allah Sang Pencipta yang punya kehendak. Jauhnya kampung tak tercapai untuk pulang, andaikan punya sayap, ibu akan terbang supaya cepat sampai ke Nanggroe"

Dan sebagai informasi tambahan, lagu ini ternyata menjadi pengantar tidur bagi anak-anak Aceh ketika masih masa penjajahan yang memaksa orang Aceh untuk bersembunyi di kegelapan gua-gua agar tidak terdeteksi oleh lawan.
Selengkapnya

Wednesday, 6 July 2016

Bukan Ganja, Ini Yang Harus Kamu Bawa Dari Aceh

Jalan-jalan tidak lengkap jika tidak membawa apa-apa buat keluarga dan teman karib di kampung halaman. Itu memang sudah menjadi sebuah kebiasaan orang Indonesia untuk selalu membawa oleh-oleh dari tempat ia kunjungi.

Aceh sebagai salah satu tujuan wisata sadar betul dengan peluang yang menjanjikan itu. Sehingga buat yang mau atau akan ke Aceh tidak usah ragu untuk membawa pulang apa dari Aceh yang memang patut diceritakan kepada orang lain.

Sebagai bocoran apa-apa saja yang harus kamu bawa dari Aceh, berikut sajian khas intipaceh.com :

1. Rencong

Siapa yang tidak kenal dengan Rencong. Rencong merupakan senjata tradisional Aceh yang berhasil mengalahkan kekuatan alat perang canggih milik para penjajah yang telah merampas harta dan harga diri kita orang Indonesia.

Ternyata keindahan  bentuk Rencong telah membuat orang jatuh cinta olehnya. Buat teman-teman yang ke Aceh membeli rencong sekarang semakin mudah, karena rencong sudah banyak dijual di toko-toko souvenir yang begitu banyak tumbuh dimana-mana. 

Dan berita bagusnya, Rencong yang dijual tidak hanya dalam bentuk yang sesungguhnya. Rencong juga dibuat dalam bentuk gantungan kunci, bros, dan hiasan dinding yang dibingkai dengan bingkai kaca lengkap dengan tulisan di dalamnya.

rencong
Rencong senjata kecil yang mampu mengusir penjajah (kebudayaanindonesia.net)


2. Kaos Aceh

Jakarta, Bandung,  dan Jogja?. Ternyata Aceh juga punya kaos khasnya yang siap membuat orang tertarik dengan gambar dan tulisan indah di bagian dada atau bagian belakangnya.

Kaos Aceh sekarang tidak hanya mengandalkan tulisan "Nanggroe Aceh Darussalam" tetapi kaos Aceh sudah  menyimpan pesan dan memberikan info yang menarik untuk setiap yang melihatnya. 

kaos aceh
Tulisan di dalam kaos Aceh mampu menyampaikan pesan dan kritik (geulanceng.blogspot.com)


3. Kopi Aceh

Negeri 1001 kopi itulah sebutan orang-orang untuk Aceh. Aceh begitu terkenal dengan banyaknya warung kopi. Tidak perlu berjalan puluhan kilo antara satu warung kopi dengan warung kopi lainnya, cukup pejamkan mata dan mulai melangkah pelan maka anda sudah sampai di warung kopi yang berbeda dari tempat semula. Begitulah kira-kira banyaknya warung kopi di Aceh.

Sadar akan nikmatnya kopi Aceh yang mampu 'membelai' setiap lidah segala suku dan bangsa. Bubuk kopi Aceh sekarang sudah banyak dijual di toko-toko souvenir khas Aceh dengan kemasan yang indah dan terlihat begitu mewah.


kopi
Ngopi itu lebih indah dengan kopi Aceh (kopiaceh.com)

4. Kopiah Aceh 

"kopiah loe bagus, beli dimana?" bapak berlogat betawi itu bertanya dengan matanya menatap kepalaku yang tertutup dengan kopiah khas Aceh. 

Begitulah sepenggal cerita yang dialami teman saya ketika singgah di salah satu Masjid di Jakarta. Ternyata Kopiah Aceh banyak sekali peminatnya. Kopiah dengan kerumitan luar biasa dalam pembuatannya itu juga telah menyentuh pasar luar negeri.
Kemunculan kopiah Aceh di dalam film layar lebar dan berbagai sinetron di layar kaca semakin menjadi bukti kuat kalau kopiah khas Aceh memang luar biasa.

Di Aceh sendiri kopiah Aceh begitu mudah ditemui. Pasar Aceh yang persis di samping Masjid Raya Baiturrahman merupakan salah satu tempat yang bisa digunakan untuk berburu kopiah yang identik dengan warna hitam itu.

kopiah aceh
Kopiah Aceh mewah di dalam kesederhaan (bukalapak.com)

Itulah beberapa hal yang harus kamu bawa dari Aceh. Semoga informasi ini berguna untuk perjalanan menuju Ke Serambi Mekkah yang menyimpan banyak keindahan alam dan budaya.




Selengkapnya