Showing posts with label Catatan. Show all posts
Showing posts with label Catatan. Show all posts

Monday, 8 August 2016

Calang City Membuat Panga Semakin Menderita

Calang-Setelah sempat libur beberapa bulan, kompetensi U-20 piala Bupati Aceh Jaya kembali digelar. Bertempat di Stadion Fifa Padang Datar, tuan rumah Calang City menantang tim papan bawah Pspaj Panga (minggu, 7/8/2016) 

Dalam laga yang diguyur hujan tersebut kedua tim sama-sama menurunkan skuad terbaiknya. Di babak pertama tidak ada gol yang tercipta meski kedua tim saling mengencarkan serangan yang berbahaya.

aceh jaya
Pemain Pspaj Panga sedang mendengarkan arahan dari pelatih muda potensial (doc. pribadi)

Pada babak kedua, pelatih Pspaj Panga Masril terpaksa menarik salah satu pemain belakangnya karena cedera. Pergantian tersebut tidak memberikan efek apa-apa, kedua tim tetap saling jual beli serangan yang membuat ribuan penonton yang hadir langsung di stadion semakin bergemuruh saja di dalam memberikan semangat kepada tim kesayangannya.

Petaka muncul pada menit ke delapan belas babak kedua. Salah satu pemain belakang pemain Pspaj Panga melakukan pelanggaran di area yang berbahaya di sisi kanan pertahanannya. Kapten Calang City Maulana maju sebagai eksekutor bola mati yang menjadi andalannya. Dengan tenang pemain bernomor sebelas tersebut berhasil menendang bola tanpa bisa dihadang oleh pagar hidup pemain Pspaj panga sebelum akhirnya bola berhasil merobek gawang yang dikawal oleh  Agus dari Panga.

Dengan hasil ini, persaingan di klasemen U-20 Piala Buapati Aceh Jaya semakin menarik saja, karena di waktu yang bersamaan Perkasa krueng Sabee saingan kuat Calang City menelan kekalahan menyakitkan  dari rival beratnya Pasie Raya Fc. Baca Juga : Dua Putra Aceh Kembali Dipanggil Timnas Indonesia
Selengkapnya

Thursday, 4 August 2016

Sebelum Ke Aceh Sebaiknya Pahami Ini Terlebih Dahulu!



Bahasa merupakan alat yang mempermudahkan kita di dalam berkomunikasi dengan sesama makhluk sosial lainnya. Tanpa sebuah bahasa, kehidupan yang kita jalani akan terasa begitu ribet, untuk mengatakan sesuatu hal yang sederhana saja tidak akan kesampaian maksudnya jika tidak memiliki sebuah bahasa.

Bahasa sangat berguna di segala lini kehidupan manusia. Berjualan perlu bahasa, menjadi atlet perlu bahasa, menjadi seorang guru perlu bahasa, dan untuk menikmati segala pesona yang ada di berbagai daerah juga perlu bahasa.

Sebelum Ke Aceh Sebaiknya Pahami Ini Terlebih Dahulu
Tidak hanya tari saman, bahasa Aceh juga begitu indah untuk didengar (indonesiakaya.com)

Aceh sebagai sebuah daerah yang banyak dikunjungi oleh wisatawan juga memiliki bahasa daerah sendiri yang unik untuk dipelajarinya. Memang secara umum orang Aceh bisa menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-harinya. Tetapi tidak dapat dipungkiri juga ada beberapa orang Aceh yang memang senang menggunakan bahasa Aceh sebagai bahasa untuk bercakap-cakap di dalam kehidupannya.

Oleh karena itu dalam tulisan kali ini intipaceh.com akan menyajikan sebuah artikel yang khusus menulis tentang kalimat sederhana dalam bahasa Aceh yang wajib kamu kuasainya sebelum kamu pergi kesana :

1.    Padim yum jih?

Padim yum jih merupakan sebuah kalimat tanya yang sering digunakan di dalam transaksi jual beli. Padim yum jih tetap dibaca sesuai dengan tulisannya yang memiliki arti berapa harganya . Sebagai penikmat wisata dan hobi jalan-jalan ke Aceh, kalimat tersebut wajib kamu pahami karena banyak sekali makanan dan hasil kerajinan yang dijual oleh orang Aceh yang memang lebih bangga jika mendengar pembelinya yang berasal dari luar daerah menggunakan bahasa Aceh.

2.    Ho meujak?

Berikutnya kalimat yang wajib kamu ketahui adalah ho meujak. Ho meujak adalah sebuah kalimat tanya yang memilik arti mau kemana. Jika kamu jalan-jalan ke Aceh pasti kamu akan sering mendengar kalimat tersebut. Kalimat ini biasanya akan sering diucapkan oleh abang RBT (tukang ojek), oleh sopir taksi, dan tentunya oleh sopir angkutan khas Aceh yang dikenal dengan sebutan labi-labi.

3.    Dari pane?

Bukan Kane ya, Kane itu pemain bola asal liga Inggris. Dari pane merupakan sebuah kalimat tanya yang memiliki arti darimana. Karena sifat orang Aceh yang begitu ramah, maka mereka sangat sering mengajukan pertanyaan dari pane pada setiap orang yang lewat di depan mereka, apalagi orang tersebut berwajah asing dan membawa tas besar.

4.    Na mangat?

Di Aceh itu kaya sekali akan makanan lezat yang selalu memanjakan lidah. Orang Aceh itu tidak pelit, mereka akan dengan senang hati membagikan makanan hasil masakan mereka kepada setiap wisatawan yang berkunjung kesana. Setelah menyantap makanan khas negeri Serambi Mekkah, biasanya orang Aceh akan mangajukan sebuah pertanyaan Na mangat? Na mangat di dalam bahasa Indonesia memiliki arti Enak gak? Setelah mendengar pertanyaan tersebut jangan lupa kamu kasih jawaban yang mantap, Mangat that (enak sekali) biar orang Aceh yang mendengarnya menjadi senang :)

5.    Piyoh!

Kalimat perintah yang satu itu kamu bakalan sering mendengarnya di pasar dan disaat kamu melewati rumah warga Aceh yang sangat ramah di dalam menyapa siapa saja. Piyoh memiliki arti mampir. Nah setelah tau arti piyoh, kamu jangan marah-marah ya jika ada abang-abang ganteng jualan buah memanggil kamu dengan istilah piyoh.  Jika kamu hendak mampir silahkan mampir, tetapi jika tidak mau mampir, silahkan kamu jawab dengan sebuah jawaban sederhana get (baik).

Itulah beberapa kalimat dalam bahasa Aceh yang wajib kamu kuasai sebelum pergi ke Aceh agar perjalanan kamu ke Aceh semakin menyenangkan dan tidak terlupakan sepanjang usia. Baca Juga : 5 Mitos Klasik di Aceh Yang Masih Dipercaya

Selengkapnya

Tuesday, 2 August 2016

Lima Mitos Klasik Di Aceh Yang Masih Dipercaya

Aceh selain terkenal dengan pesona alamnya yang indah dan kekayaan akan budayanya, Aceh juga begitu terkenal dengan mempercayai beberapa mitos yang memang sangat identik dengan negara Indonesia.

Mitos yang berkembang terus dipercayai hingga hari ini. Tidak terdapat sejarah pasti akan beragam mitos yang ada di dalam kehidupan masayarakat Aceh yang terkenal begitu ramah dan saling mendukung satu sama lainnya.

Mitos Klasik Di Aceh Yang Masih Dipercaya
Kucing menjadi sesuatu yang menakutkan jika sempat menabraknya (apakabardunia.com)

Apa saja mitos klasik di Aceh yang masih dipercaya? simak sajian khas intipaceh.com berikut ini :

1. Ketimpa sial jika ada biawak lewat di depan mata

"Budi sedang jalan-jalan dengan sepedanya di perkebunan kelapa sawit. Tiba-tiba ada seekor biawak lewat di depan Budi, Budi kaget dan meludah sekali ke sisi kirinya".
 
Perilaku yang dilakukan oleh budi tersebut dengan meludah ke kiri disaat ada biawak melintas tepat di hadapannya merupakan sebuah perilaku yang sampai hari ini masih bisa kita temui di Aceh. Biawak yang melintas dihadapan dianggap sebagai pembawa sial yang dapat mengganggu aktifitas seseorang yang dilaluinya. Untuk menghindari kesialan tersebut, orang yang melihat biawak yang melintas dihadapannya sangat dianjurkan untuk meludah. Jumlah ludahan yang harus dikeluarkan oleh seseorang sampai dengan hari ini belum ada kesepakatan bakunya.

2. Kupu-kupu masuk ke rumah pertanda ada tamu yang akan datang

"Budi, lihat itu kupu-kupu dari tadi asik terbang di ruang tamu, sepertinya sebentar lagi akan ada tamu yang datang" ujar Pak Chik kepada Budi cucunya tercinta.

Entah darimana asalnya kupu-kupu dikaitkan dengan tamu. Tetapi begitulah kenyataan yang ada di Aceh sampai dengan hari ini. Setiap ada kupu-kupu yang masuk ke rumah selalu dikaitkan dengan kedatangan tamu. 

mitos
kupu dan tamu di Aceh keduanya memiliki keterkaitan yang sangat erat (artidarimimpi.com)

Sebenarnya rumah orang Aceh tidak perlu ada kupu-kupu yang masuk deh. Tanpa ada kupu-kupu rumah orang Aceh memang selalu ramai tamu dan selalu terbuka menyambut siapa saja yang mengucapkan salam ingin duduk ngobrol bersama disana Baca : Memuliakan tamu adat Aceh perintah Nabi

3. Harus sedekah garam sehabis menabrak kucing

Budi lagi duduk di warung dekat jalan raya di sudut kota Meulaboh. tiba-tiba ada seorang remaja menghampiri budi yang sudah lama berjualan disitu. "bang..ada jual garam gak bang? saya habis menabrak kucing barusan di depan Masjid Agung Meulaboh dengan kereta saya (orang Aceh menyebut motor dengan istilah kereta). 

Di Aceh sampai dengan hari ini masih sangat mempercayai mitos yang satu ini. Jika menabrak kucing maka pelakunya harus memberi sedekah kepada orang-orang berupa beberapa bungkus garam. Dan bahkan ada yang lebih parah lagi, tidak cukup hanya dengan sedekah garam. Pelaku yang menabrak kucing harus membungkus kucing yang sudah mati tersebut dengan baju yang sedang ia kenakan sebagai kain kafan sebelum kucing dikuburkan.

Menyayangi kucing memang sebuah perbuatan mulia. Tetapi jika dikaitkan dengan kemalangan akan menimpa setelah menabrak  kucing tanpa menghiraukannya memang sedikit membuat kita garuk-garuk kepala. 

4. Salah satu akan meninggal dunia jika berfoto bertiga

Kasian banget nasib keluarga baru yang hanya memiliki seorang anak. Mereka divonis tidak akan bisa ke studio foto selamanya untuk membuat foto keluarga. Hanya ada satu jalan untuk kasus yang satu ini. Si ayah harus mencari mama satu lagi alias berpoligami agar bisa mengabadikan foto keluarga yang sudah genap menjadi empat orang :). 
  
Mitos Klasik Di Aceh Yang Masih Dipercaya
Seandainya mereka lakukan di Aceh (santabanta.com)

Abaikan candaan di atas. Di Aceh memang masih ada yang percaya dengan bahayanya foto bertiga. Sebenarnya mau foto bersama  berapa orang, ajal itu juga pasti bakal datang kok.

 5. Bagi gadis yang suka duduk di depan pintu akan mendapatkan suami tua

Percaya atau tidak. Di Aceh masih ada mitos tentang bahayanya duduk di depan pintu bagi seorang anak gadis. Anak gadis yag duduk di depan pintu dipercayai akan mendatangkan jodoh yang sudah berumur alias tua.

Sebenarnya urusan jodoh itu telah Allah atur dengan sebaik-baiknya tanpa ada hubungannya sama sekali dengan posisi duduk si anak gadis yang cantik rupa.

Itulah beberapa mitos klasik di Aceh yang masih dipercaya. Percaya tau tidak silahkan tanya hati diri yang paling dalam tanpa tersentuh asap kereta (kereta alias motor). Baca Juga : Perbedaan Aceh Dengan Provinsi Lain Yang Ada Di Indonesia

Selengkapnya

Monday, 1 August 2016

Wanita Pengedar Ganja

Wanita. Mendengar namanya saja telah membuat pikiran melayang kepada sosok makhluk yang begitu sempurna Allah ciptakan dengan segala kecantikan dan kelembutannya. Wanita memang selalu menawarkan sesuatu yang sangat luarbiasa bagi setiap lelaki yang melihatnya.

Wanita bahkan mampu membuat seorang pria bekerja keras siang dan malam untuk memperoleh cinta sucinya. Wanita begitu berharga, dicinta dan selalu dipuja. Wanita merupakan makhluk yang begitu kuat di dalam menjalani aktifitasnya sebagai seorang manusia.

Wanita Pengedar Ganja
Ganja si daun yang memabukkan (lgn.co.id)

Dengan kelembutannya tersebut wanita mampu mendidik anak-anaknya menjadi begitu berguna. Bahkan tidak jarang wanita yang rela menjadi pahlawan di tengah-tengah negeri yang diterpa pertingkaian umat manusia.

Tetapi akhir-akhir ini segala pesona wanita begitu jauh melenceng dari jalur yang seharusnya mereka laluinya. Baru-baru ini polisi di Nagan Raya provinsi Aceh berhasil menangkap dua wanita yang mengedarkan ganja lengkap dengan barang buktinya.

Cerita bermula ketika petugas kepolisian Satuan Reserse Korkoba Polres Nagan Raya melakukan penyamaran di kawasan Gunong Kong kecamatan Darul Makmur, senin (1/8/2016) sekitar pukul 00.15 WIB.

Dalam aksi tersebut, Polisi berhasil mengamankan dua pelaku pengedar ganja yang berjenis kelamin wanita. Mereka adalah Beidah dan Meisura yang tercatat sebagai warga Alue Waki kabupaten Nagan Raya.

Kini pelaku diamankan di Mapolres Nagan Raya untuk pengembangan lebih lanjut.(sumber : Serambi Indonesia). Semoga cukup mereka yang terakhir ditahan oleh Polisi. Sudah seharusnya wanita kembali ke dalam wujud aslinya yang selalu membawa kedamaian dan ketentraman jiwa. Baca Juga :5 Penyebab Ganja Menjadi Haram
Selengkapnya

Dua Putra Aceh Dipanggil Timnas Indonesia

Pelatih baru Indonesia yang sudah tidak asing lagi bagi pecinta sepakbola Indonesia Alfred Riedl telah mengumumkan 47 pemain sepakbola profesional Indonesia yang akan terlibat dalam seleksi untuk ajang piala AFF 2016.

Alfred Riedl bersama anak asuhnya (viva.co.id)

Alfred Riedl menegaskan 47 nama tersebut masih berstatus seleksi, mereka belum ada jaminan untuk mengisi skuad timnas Indonesia yang akan berlaga pada piala AFF 2016 pasca pencabutan sanksi dari FIFA. Riedl juga mengatakan masih mungkin memasukkan nama pemain lain diluar nama 47 pemain yang sudah terdaftar tersebut jika penampilan mereka menjanjikan di liga yang mereka ikuti. 

Dan berita bagusnya pelatih yang berasal dari austria tersebut memasukkan dua nama pemain sepakbola asal Aceh yang sekarang merumput di kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Dua pemain tersebut adalah Zulfiandi dan Syahrizal. Keduanya sama-sama berasal dari kota Bireuen Aceh Baca :Kota Juang Bireuen Gudangnya Penghasil Pesepakbola Mental Juara .

Kehadiran mereka berdua tidak terlepas dari penampilan ciamik yang mereka tunjukkan di klub mereka masing-masing. Syahrizal yang memperkuat Mitra Kukar telah membuat Alfred Riedl mempercayainya untuk ikut seleksi masuk timnas. 

Sedangkan Zulfiandi merupakan generasi emas sepak bola Indonesia yang bersinar bersama timas U-19. Kehadiran Zulfiandi begitu berguna bagi timnas Indonesia untuk menjaga keseimbangan di lini tengah dari strategi lawan yang mungkin saja merepotkan timnas yang  sempat 'mati' tanpa berlaga.

Semoga kedua pemain  tersebut dan rekan-rekannya dapat membawa nama Indonesia kembali menjadi buah bibir masyarakat Indonesia dan dunia. Baca Juga : 4 Pesohor Dunia Yang Pernah Ke Aceh
Selengkapnya

Saturday, 30 July 2016

Di Aceh Pacaran Dilarang, Padahal Pacaran Banyak Sisi Positifnya

Segala sesuatu di dalam kehidupan ini memiliki sisi plus minusnya. Termasuk di dalam dunia pacaran. Selain Memiliki efek yang negatif, Pacaran juga memiliki efek positif bagi setiap orang yang  melakukannya. 

Tetapi saya akan menuliskan sisi positif yang sebenarnya kembali lagi kepada sisi negatifnya karena pacaran memang gak ada sedikit pun mengandung unsur positif. Bingung ya sama kata-kata saya yang terkesan terbelit-belit. Nah biar tidak semakin bingung simak penjelasan saya dalam tulisan yang sedikit ada unsur humor berikut ini :

Di Aceh Pacaran Dilarang, Padahal Pacaran Banyak Sisi Positifnya
Selamat datang di Aceh (intipaceh.com)

1. Positif Berdosa 

"Lah kok berdosa sih? cowok saya anaknya sholeh, rajin shalat, rajin puasa, rajin ngaji, dia gak ngapa-ngapain kok!"

Sepertinya kita perlu telusuri lagi deh gimana yang dikatakan cowok sholeh itu. Cowok sholeh itu anti pacaran, karena cowok sholeh tau kalau pacaran itu berdosa. Gak mungkin seorang cowok yang ngerti agama akan berpacaran di tengah kebiasaan dia melaksanakan shalat lima waktu sebagai kewajibannya sebagai seorang muslim. Jika dia berpacaran kayaknya ada yang salah deh dengan shalatnya yang katanya dapat mencegah dari perbuatan keji tersebut.

2. Positif Hamil

Saya tidak bermaksud ngomong yang aneh-aneh. Tetapi percaya atau gak, pacaran di era sekarang itu udah kayak berumah tangga saja. semua dilakukan serba berdua. Ngerjain tugas kuliah berdua, bikin skripsi berdua, bikin PR juga berdua. Karena sudah keseringan berdua akhirnya tidur juga berdua sambil melakukan sesuatu yang dihitung sebagai dosa yang menyebabkan si wanita hamil tanpa sepengetahuan KUA (kantor urusan agama).

Kalau sudah hamil kan jadi ribet permasalahannya. Mending si lakinya mau tanggung jawab dan sudah layak untuk hidup berumah tangga. Nah kalau lakinya masih ingusan kagak ngerti bagaimana hidup sebagai kepala keluarga, kan masalahnya jadi bertambah parah. Mending tinggalin deh dunia pacaran yang gak jelas itu!.

Di Aceh Pacaran Dilarang, Padahal Pacaran Banyak Sisi Positifnya
antara kreatif dan usil (intipaceh.com)


3. Positif Gila
    
Jam sudah menunjukkan angka dua dini hari. Si cowok tidur nyenyak karena baru selesai telponan dengan ceweknya jam 12 barusan (ngabisin paket telpon sampe kuping kepanasan). Tiba-tiba Handphone kembali bergetar, si cowok terbangun dari tidurnya, ternyata si cewek yang nelpon. Dengan sok romantis si cowok menjawab panggilan dari pacarnya.
"Halo sayang. Kenapa sayang?"
"Bang!! temenin adek, adek mau pipis, gak berani sendiri ke kamar mandi"
"iya sayang.. ayoo". (padahal rumah mereka berbeda pulau, yang satu di Aceh yang satu lagi di kalimantan).

Bingung jadinya. Apa fungsinya coba. Itu cowok sebenarnya pasangan atau satpam sih?. Lagi pula kagak ada manfaatnya ditemenin via telpon. Misalnya si ceweknya pas ke kamar mandi di ambil sama valak, si cowoknya bisa berbuat apa coba? Apakah si cowok bisa terbang menyelamati kekasihnya? :(

4. Positif Sisi Pemanfaatannya

Believe Or Not (percaya atau gak) dunia pacaran itu penuh dengan sisi saling memanfaatkan satu sama lain. Jika cowok sering mengincar cewek yang berbadan bagaikan gitar. Si cewek juga sering memanfaatkan segala kelebihan yang ada sama cowoknya, apalagi cowoknya yang sedikit kurang pinter gitu. Nah daripada kecewa di akhir yang membuat dunia begitu sepi bagai tak berpenghuni mending tinggalin dunia pacaran yang banyak alaynya tersebut. Fokus sama pendidikan dan kerjaan!

Itulah beberapa sisi 'positif' pacaran yang membuat pemerintah Aceh melarang pacaran. Pemerintah Aceh memang luar biasa, selalu mengajak penduduknya ke surga. Jika berminat pacaran yang sesungguhnya segera daftarkan diri  di KUA terdekat di kota anda. Baca Juga :Di Bali Pria Asal Aceh Mampu Membuat Bule Geleng-Geleng Kepala
 
Selengkapnya

Wednesday, 27 July 2016

Jangan Lakukan Ini di Aceh Jika Tidak Mau Berurusan Dengan Polisi Syari'ah!

Aceh memiliki sebuah perbedaan yang sangat mencolok dengan berbagai provinsi lainnya yang ada di Indonesia. Di Aceh selain terkenal dengan nikmatnya mie dan kopinya, Aceh juga sangat terkenal dengan penerapan syari'ah Islamnya.

Sebagai salah satu lembaga yang mengawas langsung penerapan syariah Islam di Aceh Wilayatul Hibah (WH) atau yang sering disebut dengan Polisi Syari'ah begitu penting kehadirannya. Berdasarkan peraturan WH atau Polisi Syari'ah memiliki wewenang mengawasi, membina dan mendidik masyarakat.

Jangan Lakukan Ini di Aceh Jika Tidak Mau Berurusan Dengan Polisi Syari'ah!
Polisi Syari'ah Aceh (archief.wereldomroep.nl)

Di Aceh kita setiap hari bisa melihat Polisi syari'ah dalam menjalankan tugasnya. Layaknya polisi biasa, selain memiliki tugas di kantor  mereka juga memiliki jadwal patroli yang sudah diatur dengan sangat bagus.

Polisi Syari'ah dapat membuat kita sedikit harus memeras tenaga dan pikiran jika kita sempat melakukan beberapa hal yang memang sangat-sangat dilarang dilakukan di Aceh. Adapun beberapa hal yang sangat dilarang di Aceh adalah sebagai berikut :

1. Pacaran

Pacaran, dari cara penyebutannya saja sudah terdengar seperti sebuah perkara yang dilakukan dengan tidak perlu keseriusan di dalamnya. Sama seperti mainan, pacaran juga memiliki akhiran an :). Tidak ada sejarah pasti darimana asalnya istilah pacaran. Bahkan di dalam Islam sendiri pacaran sama sekali tidak ada contohnya. Tidak ada hadits yang memerintahkan anak manusia berpacaran.

Jangan Lakukan Ini di Aceh Jika Tidak Mau Berurusan Dengan Polisi Syari'ah!
Tidak jarang pacaran berakhir dengan tangisan tiada arti

Di Aceh sebagai wilayah yang menerapkan hukum Islam. Pacaran menjadi haram hukumnya. Karena pacaran itu sendiri sama sekali tidak mendatangkan manfaat positif bagi setiap pelakunya. Jika kamu sempat dilihat oleh Polisi Syari'ah sedang berpacaran maka siap-siap untuk menerima nasehat dan berbagai pertanyaan yang bikin kamu grogi sendiri di depan pasangan kamu.


2. Kumpul Kebo

Sebenarnya ada istilah yang lebih menjijikkan dari sekedar istilah kumpul kebo. Tetapi kita gunakan istilah kumpul kebo saja karena demi menjaga isi artikel dari kata-kata yang tidak pantas yang tidak enak untuk dibaca.

Di Aceh jika ketangkap tangan sedang melakukan kumpul kebo maka siap-siap untuk dibawa ke kantor Polisi Syari'ah. Keputusan terbaik akan terlahir di kantor Polisi Syari'ah dengan mengundnag tokoh kampung dan orang tua si pelakunya.

Jangan Lakukan Ini di Aceh Jika Tidak Mau Berurusan Dengan Polisi Syari'ah!
entah apa dosa si kebo, sehingga orang tega mengalamatkan perbuatan keji itu terhadap dirinya (intipaceh.com)

3. Pakai Celana Ketat

Nah ini dikhususkan buat cewek-cewek. Rasulullah telah memprediksi jauh-jauh hari mengenai fenomena yang satu ini. Di dalam agama mengenakan pakaian ketat jelas sama sekali tidak boleh. Dan secara medis juga telah terbukti mengenakan pakaian ketat sama sekali tidak baik buat kesehatan bagi penggunanya.

Hanya wanita yang mengerti apa alasan mereka memakai celana (antaranews.com)

Mungkin bagi beberapa gadis Aceh telah merasakan sensasi mengenakan kain sarung ketika kedapatan menggunakan celana ketat ketika jalan-jalan di beberapa sudut kota yang ada di Aceh. pengen bernasib yang sama? silahkan dicoba!

4. Pakai Celana Pendek

Polisi Syari'ah di Aceh itu adil banget loh. mereka tidak hanya menjadikan perempuan sebagai sasaranya saja. Polisi Syari'ah juga akan memberi nasehat kepada anak laki-laki yang kedapatan berkeliaran mengenakan celana pendek di luar rumah. Ada manfaatnya sih, selain untuk menutup aurat sebagai perintah agama, tindakan Polisi Syari'ah itu juga dapat mengurangi anak laki  yang suka memamerkan bulu kakinya. :)
 
Itulah beberapa hal yang tidak perlu kamu lakukan di Aceh jika tidak mau berurusan dengan Polisi Syari'ah. Semua aturan itu dibuat tidak bermaksud nyiksa kamu semua kok. Justru aturan itu membuat Aceh semakin ramai saja yang mendatanginya. Bahkan turis dari luar negeri tersenyum lebar dengan penuh kebahagiaan disaat harus mengenakan penutup kepala. Baca Juga : Fakta Hukuman Cambuk di Aceh Yang Belum Banyak Yang Tau


Selengkapnya